Sabtu, 14 Januari 2017

Tidur di Kantor?

(theflyingtortoise)

Hello gengs!

Apakah kalian pernah merasa super ngantuk ketika beraktivitas? tentu saja pernah! Apakah alasan dibalik rasa kantuk itu?

Biasanya~ karna kita “membandel” dan tidur kurang dari waktu normal tidur, yaitu 7-8 jam sehari. Tentu saja kita memiliki alasan masing-masing mengapa kita tidak tidur yang cukup, ada yang bermain sampai larut, bekerja atau belajar sampai larut atau nonton drama sampai ngantuk. Wah! sebenarnya hal ini sangat mengganggu performa kita dalam beraktivitas keesok harinya, tapi jika memang tidak dapat dihindari, mau bagaimana lagi, bukan?

Tentu saja hal seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Seluruh masyarakat di dunia tentu saja merasakan hal seperti itu, termasuk Jepang.

Namun, apakah yang membedakan antara Jepang dan Indonesia?

Di Jepang, terutama tertidur ketika jam kerja, disebut inemuri. Untuk beberapa jenis pekerjaan, inemuri dianggap sebagai hal yang sangat memalukan, bahkan bisa menyeret kita sampai pada tahap pemecatan. Wah! Jepang memang sangat tegas kalau berurusan dengan kedisiplinan, bukan? Namun, ada juga beberapa jenis pekerjaan seperti pemadam kebakaran, inemuri dianggap wajar dan mereka tetap mendapatkan bayarannya tanpa mendapatkan teguran. Mengapa? Tentu saja karena jenis pekerjaan seperti pemadam kebakaran yang melayani masyarakat, bisa saja bekerja sampai kekurangan jam untuk beristirahat. Oleh karena itu, inemuri adalah hal yang sangat diwajarkan.

Tidak hanya itu, beberapa perusahaan memberlakukan inemuri selama tiga puluh menit untuk para karyawannya demi meningkatkan kinerja dan produktivitas pekerjaan mereka pula. Bahkan, kantor di Jepang, meminta para karyawannya untuk membawa bantal atau bahkan perusahaan itu sendiri yang menyiapkan bantal untuk inemuri para karyawannya sendiri.

Wah! terdengar Aneh sekali bukan? Namun menurut penelitian, Inemuri sangat baik diaplikasikan untuk para karyawan yang bekerja dengan jangka waktu yang cukup lama dalam sehari serta berjangka panjang. Kalau di Indonesia sudah kena tegur kali, ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar