Rabu, 18 Januari 2017

Uniknya Vending Machine Jepang!

Helo gengs!

Kali ini tentunya sudah bisa ditebak apa yang akan dibahas, bukan?

Benar! Kita akan membahas mengenai Vending Machine (Jidouhanbaiki) di Jepang. Tentunya kita sudah pernah mendengar sekelebat mengenai banyaknya jumlah mesin otomatis ini yang tersebar sampai dengan pelosok kota terkecil Jepang (catperku.com). Meskipun di Indonesia juga memiliki vending machine, tapi apa sih uniknya milik Jepang?

Keunikan vending machine yang Jepang miliki, selain karena jumlahnya dan tersebar dibanyak tempat yang mudah dijangkau, macam-macam jenis dari vending machine juga sanat banyak, lho! Di Indonesia, kita hanya akan melihat vending machine yang menjual minuman saja, namun di Jepang sangat unik dan beragam.

Ini adalah beberapa vending machine di Jepang yang cukup “aneh”



Yak! ini adalah vending machine yang bisa menyediakan makanan cepat saji untuk kita. ada kare, soba, sampai dengan ramen.



Yang kali ini adalah vending machine yang menjual sayur-mayur, ini cocok untuk yang tidak sempat ke pasar untuk membeli sayurannya. (gopego)



Kehujanan? Jangan takut! Ada vending machine payung untukmu! biasanya mesin ini diletakkan di dekat dengan stasiun yang tentunya dipadati oleh banyak orang. Meskipun masyarakat di Jepang sudah memiliki program laporan cuaca setiap pagi, namun tetap saja tidak selalu 100% tepat, bukan? (gopego)



Kali ini mendadak kelaparan? Tidak ingin makan berat juga? Tenang saja karena di Jepang juga ada vending machine yang berisikan buah-buahan segar yang tentunya dapat menunda laparmu. (the-dailyjapan)

Tidak hanya itu saja, masih banyak jenis produk yang disediakan oleh vending machine lainnya seperti sup kaleng hangat, minuman hangat maupun dingin, bunga untuk kekasih, cemilan, makanan siap saji, telur, bahkan sampai lobster hidup sekalipun! Waah, benri sekali ya!

Sebagaimana Jepang dengan kebiasaan masyarakatnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu dengan cepat dan cekatan membuat keberadaan banyak mesin otomatis ini sangatlah berguna dan bermanfaat bagi masyarakatnya.

Hal ini terjadi karena tidak semua masyarakat di Jepang memiliki “waktu” untuk berlama-lama dan mempersiapkan segala sesuatunya di rumah. Selain untuk mempermudah kehidupan masyarakatnya sendiri, jidouhanbaiki ini juga tentunya mempermudah kebutuhan turis mancanegara yang berkunjung dan menikmati negara sakura ini.

Bagi turis yang “nekat” pergi ke Jepang, keberadaan banyak jidouhanbaiki ini juga tentunya sangat berpengaruh besar (catperku.com). Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena turis yang kurang mampu berbahasa Jepang sampai dengan budget yang terbatas.



Wah, unik sekali ya Jepang itu!

Senin, 16 Januari 2017

Gimana sih Uniknya "Apartemen" di Jepang?

(jalanjalankejepang)
Hello gengs!

tebak deh, gambar diatas itu kira-kira gambar apa? kos-kosan? rumah susun? atau terlihat seperti motel?

SALAH BESAR! ini adalah apartemen ala Jepang! 

Wah, kok bisa ya bangunan yang mirip dengan kos-kosan itu dipanggil apartemen di Jepang? sedikit banyak pasti ada penjelasannya kok! 

Di Jepang, yang disebut sebagai apartemen (アパート) seperti gambar diatas memanglah kecil. dengan isi kebutuhan minimal yang dimiliki oleh sebuah tempat agar bisa dipanggil “rumah”, yaitu 1LDK. 

Kebutuhan Jepang dalam perkembangan pembangunan sangatlah sulit untuk diakali. Kenapa? karena wilayah negara Jepang yang minim tanah untuk pembangunan. Hal ini menyebabkan menjamurnya pembangunan “apaato”. Selain karena sulitnya tanah, harga tanah dan pembangunan rumah di Jepang juga sangatlah mahal. Oleh sebab itu, keluarga-keluarga Jepang lebih memilih tinggal di “apaato” dibandingkan memiliki rumah sendiri. Biasanya, keluarga yang tinggal di rumahpun biasanya merupakan rumah warisan turun temurun, lho!

(tokyoapartement.com)

Seperti inilah kira-kira desain dari “apaato” di Jepang.



Kecil sekali ya? Tapi tenang saja, tidak semua apaato berukuran kecil kok, ada pula yang lebih besar dengan harga yang tentu saja lebih mahal. Masyarakat Jepang tentu saja cenderung memilih tempat tinggal sesuai dengan kantong mereka. 

Biasanya, keluarga-keluarga dengan pendapatan yang relatif kecil akan memilih “apaato” sebagai altenatif tempat tinggal. Atau dengan anak muda yang berjuang untuk menstabilkan kehidupannya. Namun, tidak jarang juga anak muda yang berusaha menstabilkan keadaan ekonomi mereka sambil “menumpang” di rumah orang tua mereka. 

Kemudian, pilihan apalagi yang dimiliki oleh keluarga di Jepang yang memiliki pendapatan cukup relatif? tentu saja tidak semua keluarga memilih “apaato” jika mereka mampu untuk tinggal di tempat yang lebih baik. 

Manshion (マンション) tentu jawabannya!

Wah, manshion? kok terdengar mewah sekali yaaa? Yap! di Jepang, manshion bisa sama dengan apartemen yang sesungguhnya di Indonesia.

Dengan bangunan yang lebih apik, dengan ruangan-ruangan yang lebih luas dan baik, tentunya dengan harga yang lebih mahal pula, manshion dapat memberikan tempat berteduh untuk para keluarga-keluarga yang memiliki pendapatan lebih baik.

Waah~ menarik sekali ya gengs? dan sangat benri! kita tinggal memilih dimanakah tempat yang lebih cocok dengan dompet kita untuk tinggal. Tidak hanya “apaato” dan “manshon” sebagai pilihan tempat tinggal untuk masyarakat Jepang. 

Mungkin lain kali, bagaimana jika aku membahas mengenai motel dan hotel yang unik di Jepang? hihi bisa untuk catatan bagi traveler nih! 


Minggu, 15 Januari 2017

CEWE JEPANG GAK SELALU PUTIH KOK!

(akibanation.com)
Hello gengs!
Kembali lagi dengan sedikit pembahasan mengenai keunikan Negara Sakura!
Tentunya kalian tau dong dengan gambar diatas? pasti pernah lihat deh, baik berupa foto seperti diatas, anime, sampai ketemu beneran! waaah, unik banget gak sihh?

(pinterest)

^ Seperti inilah kira-kira cewek-cewek Ganguro digambarkan di anime ^

Untuk kita para Outsider, kita justru mengagumi cewek-cewek Jepang karena keindahan warna kulitnya yang putih dan cantik. Namun, ternyata tidak semua cewek-cewek Jepang menyukai kulit putih dan indah mereka. Para cewek ganguro ini justru ingin Out-of-The-Box, mereka ingin mematahkan statement bahwa berkulit putih adalah cantik. 

Dengan melakukan tanning kepada kulit mereka secara rutin, para cewek-cewek ganguro ini mempertahankan keeksotisan warna kulit mereka. Bahkan tidak hanya dengan warna kulit yang eksotis, makeup yang menor dan warna rambut yang cenderung dicat blondepun menjadi ciri khas mereka.

Menurutku, para Ganguro ini tentunya memiliki pemikiran sendiri, kenapa sih mereka sampai ekstrim sekali melakukan tanning sampai begitu? Kemungkinan yang ada tentunya karena mereka ingin “dinotis”. Karna kehomogenitasan yang ada di Jepang, tentunya mereka ingin tampil beda. Masa sih ingin terus-terusan terlihat putih semua? hihi

Di era yang baru ini, masyarakat Jepang tentunya harus berusaha tampil beda dibanding yang lainnya. Kenapa? karena jika tidak, tentunya tidak akan terlihat atau ternotis oleh masyarakat. Terutama di bidang Entertaiment. Tentunya dapat kita lihat dong betapa mencoloknya gaya-gaya dari para artis Jepang untuk menarik mata kita kepada mereka?

Jepang memang aneh dan unik, ya?

Bagaimana menurut kalian?

Sabtu, 14 Januari 2017

Tidur di Kantor?

(theflyingtortoise)

Hello gengs!

Apakah kalian pernah merasa super ngantuk ketika beraktivitas? tentu saja pernah! Apakah alasan dibalik rasa kantuk itu?

Biasanya~ karna kita “membandel” dan tidur kurang dari waktu normal tidur, yaitu 7-8 jam sehari. Tentu saja kita memiliki alasan masing-masing mengapa kita tidak tidur yang cukup, ada yang bermain sampai larut, bekerja atau belajar sampai larut atau nonton drama sampai ngantuk. Wah! sebenarnya hal ini sangat mengganggu performa kita dalam beraktivitas keesok harinya, tapi jika memang tidak dapat dihindari, mau bagaimana lagi, bukan?

Tentu saja hal seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Seluruh masyarakat di dunia tentu saja merasakan hal seperti itu, termasuk Jepang.

Namun, apakah yang membedakan antara Jepang dan Indonesia?

Di Jepang, terutama tertidur ketika jam kerja, disebut inemuri. Untuk beberapa jenis pekerjaan, inemuri dianggap sebagai hal yang sangat memalukan, bahkan bisa menyeret kita sampai pada tahap pemecatan. Wah! Jepang memang sangat tegas kalau berurusan dengan kedisiplinan, bukan? Namun, ada juga beberapa jenis pekerjaan seperti pemadam kebakaran, inemuri dianggap wajar dan mereka tetap mendapatkan bayarannya tanpa mendapatkan teguran. Mengapa? Tentu saja karena jenis pekerjaan seperti pemadam kebakaran yang melayani masyarakat, bisa saja bekerja sampai kekurangan jam untuk beristirahat. Oleh karena itu, inemuri adalah hal yang sangat diwajarkan.

Tidak hanya itu, beberapa perusahaan memberlakukan inemuri selama tiga puluh menit untuk para karyawannya demi meningkatkan kinerja dan produktivitas pekerjaan mereka pula. Bahkan, kantor di Jepang, meminta para karyawannya untuk membawa bantal atau bahkan perusahaan itu sendiri yang menyiapkan bantal untuk inemuri para karyawannya sendiri.

Wah! terdengar Aneh sekali bukan? Namun menurut penelitian, Inemuri sangat baik diaplikasikan untuk para karyawan yang bekerja dengan jangka waktu yang cukup lama dalam sehari serta berjangka panjang. Kalau di Indonesia sudah kena tegur kali, ya?

Jumat, 13 Januari 2017

Mama Papa Saling Kangen!

(jurnalotaku)

Hello gengs!

Mungkin kedua benda di atas ini sudah sering kalian lihat di berbagai blog dengan kata kunci “Produk Aneh Buatan Jepang” dan banyak sebagainya. Aku di sini juga ingin sedikit membahas produk ini tapi dengan perspektif aku sendiri nih, karna pada umumnya banyak Writer hanya menuliskan sedikit caption mengenai produk-produk diatas.Wah, mungkin karena keterangan mengenai produk itu sendiri sangat sedikit kali ya?

Produk pertama, Bantal Anti Rindu

Wah! Dari namanya aja sih sudah Anti Rindu. Beneran banget ini buat Anti Rindu? Dari beberapa sumber (segiempat.com) dituliskan bahwa produk ini sangat laris dikalangan wanita Jepang, terutama yang sudah menikah dan ditinggalkan oleh sang suami ke luar kota. Tapi, apa benar kalau mereka yang sudah menikah benar-benar membeli produk ini? Nyatanya, kalian sendiri akan berpikir ribuan kali untuk membeli produk seperti ini ketika sudah menikah. Aneh ya? 

Menurutku, justru kebanyakan dari pembelinya pasti wanita yang “jomblo” alias melajang. Kenapa? Karena pada zaman modern ini, terbukti bahwa di Jepang, wanita yang memilih untuk tidak menikah dan hidup mandiri setiap tahunnya selalu meningkat. Mereka merasa bahwa hidup sendiri itu lebih independen dan mudah, tidak disulitkan untuk mengatur kehidupan berumahtangga dan jauh dari tanggungjawab membesarkan anaknya. Dengan keadaan seperti itupun, tidak mungkin jika wanita-wanita independen tersebut tidak membutuhkan sedikit “kehangatan”, bukan? Wanita tetaplah wanita. Menurutku, ide mendasar dari pembuatan produk ini justru karna wanita independen yang membutuhkan sedikit kehangatan buatan. Oleh karena itu, produk inipun laris dikalangan wanita independen yang menjomblo!



Produk Kedua, Bantal Paha Wanita (Hizamakura)

Waah! Satu lagi nih yang cukup Booming. Bantal berbentuk paha ini ternyata sempat sangat laris dijual di Bandara Narita. Gengs yang sering ke Jepang, pernah lihat tidak? Aneh banget ya produk yang satu ini? 

Meskipun diberitakan bahwa Hizamakura sekarang sulit dicari, namun pada buktinya, beberapa menjual bantal ini secara online, hayo uda nyari ya di Google? Sumber juga mengatakan bahwa belum diketahui apa sebenarnya alasan pembuatan dari produk ini, tapi apa benar gengs juga tidak tahu apa kegunaan dan alasan mengapa bantal ini ada?

Menurutku, sangat terlihat jelas jika gengs sudah melihat produk pertama. Jika para wanita independen saja bisa kesepian, kenapa para lelakinya tidak? Terlepas dari apakah lelaki tersebut sudah menikah maupun belum, namun bagaimana rasa nyaman yang dirasakan oleh mereka jika ketika seusai penat bekerja keras seharian, mereka bisa tidur dengan nyaman dipangkuan wanita untuk sejenak? Tentu saja dapat meringankan sedikit stress akibat bekerja dan beraktivitas. 

Dengan konsep waktu adalah uang, beristirahat dan meredakan stress bersama pasangan dapat memakan banyak waktu, apalagi jika akan dilakukan pada jam makan siang. Lebih efisien bukan apabila menggunakan Hizamakura untuk beristirahat di jam makan siang? Sangat inovatif sekali! Apalagi beberapa perusahaan di Jepang memang menyediakan waktu untuk beristirahat, lebih nyaman seperti inikan dibanding dengan hanya beristirahat pada umumnya? 

Small Talk !

Hello gengs!

(imagesbuddy)


Sebelum memulai untuk menuliskan blog ini, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Vinka Laurensia dan sekarang (2017) saya masih seorang mahasiswi semester tiga yang menimba ilmu. Pada dasarnya, blog ini dibuat dengan berbagai satu dua tujuan, yaitu kepentingan perkuliahan dan menyalurkan hobiku, menulis. 

Sedikit memberikan informasi mengenai isi konten macam apa yang akan saya sampaikan dalam blog ini, saya akan menyampaikan beberapa "kejanggalan" yang biasanya kita notis dari negeri Sakura, Jepang. Ketika mendengar Jepang, begitu banyak hal yang tentunya terlintas, bukan? Mulai dari anime, manga, sakura, gunung fuji, ramen, sushi, takoyaki, ramen, okonomiyaki, ramen, kakigori, ramen, onigiri, ramen, dan lain sebagainya. Iya, saya suka ramen.

YAP! Ke-Jepang-an yang akan kita bahas, namun saya tidak akan lagi banyak cuap-cuap soal hal-hal yang sudah jelas dan sudah kalian ketahui, tetapi saya akan memberikan kalian konten yang berisikan hal-hal unik dari Jepang dan penjelasan mengenai kenapa hal tersebut bisa terjadi! Tentu saja menurut perspektif saya sebagai seorang mahasiswi jurusan SASTRA JEPANG (diucapkan dengan nada bangga). Menjadi seorang mahasiswa tentu mengubah sedikit banyak pemikiran kita, jika dulu kita berpikir hanya pada permukaan dari suatu masalah namun sekarang harus bisa mengupas lebih dalam mengenai permasalahan tersebut. 

Kritik, komentar dan saran sangatlah berharga, karena saya senang jika kalian ingin membagikan juga isi pikiran kalian mengenai apa yang saya pikirkan.

Enjoy!